Pelindo III Partnering with South Korean Company to Build Cold Storage in Lamong Bay
24 June 2020 - 14:48, by , in Umum, Comments off

PT Pelabuhan Indonesia III or Pelindo III signed online Non Disclosure Agreement (NDA) with SK Engineering and Construction company from Korea. Pelindo III, together with the Korean company, plans to build a cold storage facility / refrigerated warehouse with the technology to utilize liquefied natural gas (LNG) at the Teluk Lamong Terminal (TTL).

The signing activities were carried out from three different locations namely the Investment Coordinating Board (BKPM) from Jakarta, Pelindo III from Surabaya, and SK Engineering and Construction from Korea.

Pelindo III Business Transformation and Development Director Toto Nugroho said that this was a good opportunity to establish cooperation because it could increase the value of each company and strengthen relations between the two countries between Indonesia and Korea, where after Covid19 pandemic, the opportunity for business will be more widespread.

“Thank you to SK Engineering and Construction who have been interested and are willing to conduct a deeper exploration whereas by signing the NDA, both parties will follow up further by making a team whose task is to carry out more detailed discussions, and hopefully with this cooperation later it can add economic value to the company and to the two countries, ” Toto said in a press statement quoted on Tuesday (9/6/2020).

The existence of adequate facilities such as cold storage will be a special attraction for users of port services in East Java and Indonesia in general. The construction of this facility is considered very important to maintain the availability of food logistics such as meat, fish, vegetables and fruits that require refrigeration to be more durable and not easily rot so as to reduce costs.

Meanwhile, Deputy Investment Promotion at BKPM, Farah Ratnadewi Indriani expressed appreciation to Pelindo III and SK Engineering and Construction for remaining optimistic about cooperating amidst the pandemic.

“This is very important, not only for BKPM, but also for Indonesia. As it shows a good relationship between Korea and Indonesia and hopes to see more cooperation in the future,” added Farah.

In this optimistic scenario, the global economy will grow 3 percent this year and recover to reach above 5 percent in 2021. The World Bank assesses the policy makers across the countries are facing severe challenges. If during the 2009 global recession many developing countries were considered capable of providing effective and large-scale fiscal and monetary responses, the current conditions were far different.

“Many developing countries are not ready to face the current bad conditions, because they are simultaneously grappling with a high-cost public health crisis and an economic blow,” he added.

 

Language : Bahasa

 

JAKARTA–PT Pelabuhan Indonesia III atau Pelindo III melakukan penandatanganan Non Disclosure Agreement (NDA) secara daring dengan perusahaan SK Engineering and Construction dari Korea. Pelindo III bersama perusahaan Korea tersebut berencana akan membangun fasilitas cold storage/gudang pendingin dengan teknologi pemanfaatan liquified natural gas (LNG) di Terminal Teluk Lamong (TTL).

Kegiatan penandatanganan dilakukan dari tiga lokasi yang berbeda yaitu Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dari Jakarta, Pelindo III dari Surabaya, dan SK Engineering and Construction dari Korea.

Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo III Toto Nugroho mengatakan, bahwa ini adalah kesempatan yang baik untuk menjalin kerjasama karena dapat meningkatkan nilai dari masing-masing perusahaan dan mempererat hubungan antar dua negara antara Indonesia dan Korea, di mana pasca pandemi covid-19 kesempatan untuk berusaha akan semakin luas.

“Terima kasih kepada SK Engineering and Construction yang telah tertarik dan bersedia untuk melakukan penjajakan lebih dalam dimana dengan dilakukan penandatanganan NDA maka akan selanjutnya kedua belah pihak akan menindaklanjuti lebih dalam dengan membuat tim yang tugasnya untuk melakukan pembahasan lebih detail, dan semoga dengan kerja sama ini nantinya dapat menambah nilai ekonomi untuk perusahaan dan untuk kedua negara,” ujar Toto dalam keterangan persnya yang dikutip, Selasa (9/6/2020).

Adanya fasilitas yang memadai seperti cold storage ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengguna jasa pelabuhan di Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya. Pembangunan fasilitas ini dirasa sangat penting untuk menjaga ketersediaan logistik bahan pangan seperti daging, ikan, sayur dan buah yang memerlukan mesin pendingin agar lebih awet dan tidak mudah busuk sehingga dapat menekan biaya.

Sementara, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM, Farah Ratnadewi Indriani memberikan apresiasi kepada Pelindo III dan SK Engineering and Construction karena tetap optimis untuk melakukan kerjasama ditengah pandemi dalam sambutannya.

“Ini sangat penting, tidak hanya untuk BKPM, tetapi juga untuk Indonesia sebagai negara, ini juga menunjukkan hubungan yang baik antara Korea dan Indonesia dan berharap dapat melihat semakin banyak kerja sama di masa depan,” imbuh Farah.

 

Dalam skenario optimistis tersebut, ekonomi global akan tumbuh 3 persen di tahun ini dan kembali pulih menjadi di atas 5 persen di 2021. Bank Dunia menilai pembuat kebijakan di seluruh negara menghadapi tantangan berat. Jika selama resesi global 2009 banyak negara berkembang dinilai mampu memberikan tanggapan fiskal dan moneter skala besar yang cukup efektif, kondisi saat ini jauh berbeda.

“Banyak negara berkembang kurang siap menghadapi kondisi buruk saat ini, karena secara bersamaan bergulat dengan krisis kesehatan masyarakat berbiaya besar dan hantaman ekonomi,” tambahnya.

Source : https://www.topbusiness.id/

About author:
Indonesia’s Largest Maritime and Offshore Industry Exhibition.

Comments are closed here.