The Potential of Indonesia’s Maritime Economic Predicted to Reach Rp 1.33 Trillion per Year
29 June 2020 - 16:08, by , in Umum, Comments off

The government is working to develop ten new tourist destinations by building world-class ports to facilitate cruise ships. One of them is in Benoa as a gateway for maritime tourism in Indonesia.

Head of Water Resources and Coastal Engineering Infrastructure, Deputy for Infrastructure and Transportation Coordination, Coordinating Ministry for Maritime Affairs and Investment, Lukijanto said the potential of Indonesia’s maritime economic is estimated at Rp 1.33 trillion per year. One of the most promising industries is from tourism sector.

“By paying attention to Indonesia’s maritime economic potential, it is estimated to reach more than 1.33 trillion / year. As it is one of the most promising and increasing industries in  maritime economy is tourism,” Lukijanto said in his press release, Jakarta, Thursday (6/18).

The development of Benoa Port is expected to support the target of 20 million tourist arrivals launched by the Indonesian government in 2020. For this reason, the government through Pelindo III is developing or revitalizing the Benoa port area into a home port cruise.

Not only developing world-class ports to facilitate tourists, the government also plans to build an Integrated Port Network (IPN) or integrated port network for industrial interests. Lukijanto said, the existence of inter-port integration and the creation of inter-regional connectivity was a manifestation of the vision of Indonesia as the world’s maritime axis.

“The integrated port network is the embodiment of Indonesia’s vision as the world’s maritime axis,” he said.

Lukijanto continued that the integrated port network began by integrating the port as a system. Then connect the port to the industrial area so as to create connectivity. The importance of introducing IPN to get input from various parties related to various concepts and the latest developments on port management, trade and national logistics systems. The aim is to be more efficient and connected to the people’s ports by integrating backbone and intermodal development.

However, the construction of the Integrated Port Network needs the support of digital systems in end to end to operate the port. In realizing an integrated port network, the port must be run by the system. In practical, digital services in port operations are useful for increasing efficiency.

“One of the ports that has successfully implemented this is Indonesia Port Corporation or PT. Pelindo II. The success and reliability of port operation have been seen directly by Port Academy Series 2020 Participants,” he concluded.

Language : Bahasa

Jakarta – Pemerintah tengah berupaya mengembangkan sepuluh destinasi tujuan wisata baru dengan membangun pelabuhan kelas dunia untuk memfasilitasi kapal pesiar. Salah satunya di Benoa sebagai pintu gerbang wisata maritim di Indonesia.

Kabid Infrastruktur Sumber Daya Air dan Rekayasa Pantai, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Lukijanto mengatakan potensi ekonomi maritim Indonesia diperkirakan mencapai Rp 1,33 triliun per tahun. Salah satu industri yang paling menjanjikan ini berangkat dari sektor pariwisata.

“Dengan memperhatikan potensi ekonomi maritim Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 1,33 triliun/tahun. Salah satu industri yang paling menjanjikan dan meningkat dalam ekonomi maritim adalah pariwisata,” kata Lukijanto dalam siaran persnya, Jakarta, Kamis (18/6).

Pengembangan Pelabuhan Benoa diharapkan bisa menopang target 20 juta kunjungan wisatawan yang dicanangkan pemerintah Indonesia pada 2020. Untuk itu, pemerintah melalui Pelindo III melakukan pengembangan atau revitalisasi kawasan pelabuhan Benoa menjadi home port cruise.

Tak hanya mengembangkan pelabuhan kelas dunia untuk memfasilitasi wisatawan, pemerintah juga mencanangkan pembangunan Integrated Port Network (IPN) atau jaringan pelabuhan terintegrasi untuk kepentingan industri. Lukijanto mengatakan, adanya integrasi antar-pelabuhan dan terciptanya keterhubungan antar-wilayah merupakan pengejawantahan dari visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Jaringan pelabuhan terpadu adalah perwujudan dari visi Indonesia sebagai poros maritim dunia,” kata dia.

Lukijanto melanjutkan jaringan pelabuhan terpadu ini dimulai dengan mengintegrasikan pelabuhan sebagai satu sistem. Kemudian menghubungkan pelabuhan ke kawasan industri sehingga menciptakan konektivitas. Pentingnya pengenalan IPN untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak terkait berbagai konsep dan perkembangan terkini tentang pengelolaan pelabuhan, perdagangan dan sistem logistik nasional. Tujuannya agar lebih efisien dan terkoneksi hingga ke pelabuhan rakyat dengan melakukan integrasi pembangunan backbone dan intermoda.

Catatannya, pembangunan Integrated Port Network ini perlu dukungan sistem digital dalam end to end untuk mengoperasikan pelabuhan. Dalam mewujudkan jaringan pelabuhan terpadu, pelabuhan harus dijalankan oleh sistem. Pada praktiknya layanan digital dalam operasi pelabuhan berguna untuk meningkatkan efisiensi.

“Salah satu pelabuhan yang telah berhasil menerapkan ini adalah Indonesia Port Corporation atau PT. Pelindo II. Keberhasilan dan kehandalan operasionalisasi pelabuhan, telah dilihat secara langsung oleh Peserta Port Academy Series 2020,” kata dia mengakhiri.

Source : https://www.liputan6.com/

About author:
Indonesia’s Largest Maritime and Offshore Industry Exhibition.

Comments are closed here.